test

Selasa, 07 Mei 2013

Pemuja Rahasia


Aku untuk calon makmum mu, itulah yang selalu aku panjatkan pada Tuhan ku, untuk memcari calon pendamping yang mau menjadi pemimpinku sampai ahkir zaman, baik di dunia maupun di akhirat,

Sesungguhnya yg akan mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini ,yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.

Tertegun dalam keindahan akhlakmu, tertegun dalam manisnya lisan mu, tertegun dalam tenangnya pandanganmu dan tertegun pula dalam kesejukan nasehatmu. Semua begitu sempurna,sungguh sempurna, sempurna sesuai firmannya.

Aku mengagumimu dalam diam, utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga2 yg bermekaran, tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagai kuntum2 bunga yang sedang bermekaran itu.
Krn aku mengagumimu mka ijinkan aku tak mengusik khusyunnya  ibadahmu. Izinkan aku tak mengusyik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tegur sapa denganmu. Cukuplah bagi ku menyapamu dalam tiap untaian do’a2 ku .

 Cukuplah bagi ku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadah ku. Aku tersentuh akhlak muliamu, aku terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diri ku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan pesaraanmu, lebih menjaga kehormatanmu, lebih menjaga kemuliaanmu mka izinkan aku mencintaimu dalam keikhlasan karna aku tak pernah tau apakah engkau tercatat dalam lauful mahfudz ku? Dan akupun juga tak pernah tau adakah balasan darimu untukku, biarlah Allah yang menggerakkan hatimu untuk ku.

Bukan mencintaimu dengan diam aku akan menderita, bukan mengagumimu dengan diam aku akan merana. Namun ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itulah penderitaan yang sesungguhnya.

Aku mencintaimu dari kejauhan ,walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu. Biarlah aku dekap rapat perasaan ku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika kamu memeng bukan tercatat untukku , jika memeng engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah kan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu.

Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. begitulah kuasa-Nya . Begitulah dzat yang membolak balikkan hati hamba-Nya. Ketika aku tak lagi terkagum denganmu , maka pahamilah jejakku, karna mungkin aku pernah menulis tentangmu dan menyapa dalam tiap untaian do’aku.

by : lia mochin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar